TribunKsn - Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang tinggal di Malaysia, saat ini tengah berdiam diri di tempat tinggalnya masing-masing, setelah pemerintah setempat memberlakukan kebijakan lockdown sejak 18 Maret 2020.
Kebijakan lockdown ini sangat berdampak kepada aktifitas para anggota PMI di sana. Mereka yang setiap harinya sibuk bekerja, kini harus beraktifitas di dalam rumah sampai dua minggu ke depan.
Kepada TribunKsn, salah satu PMI asal Kabupaten Cirebon berinisial DV (21) menceritakan, kebijakan lockdown tersebut diambil setelah banyaknya warga negara Malaysia yang terjangkit virus corona (Covid-19). Ia harus bertahan di dalam rumahnya agar terhindar dari penularan Covid-19.
Setiap harinya, DV selalu beraktifitas di luar rumah. Mulai dari pergi bekerja sampai bersosialisasi dengan masyarakat sekitar atau bepergian ke tempat-tempat tertentu. DV tinggal di Provinsi Selangor, Malaysia. Jika ingin ke Kuala Lumpur, DV harus menempuh perjalanan kurang lebih selama 30 menit sampai satu jam.
"Aku udah satu tahun sembilan bulan (bekerja di Malaysia). Dari rumah kalo mau ke Kuala Lumpur butuh waktu sejam atau 30 menit. Karena lockdown aku diliburin dari 18 Maret sampai 31 Maret," kata DV saat dihubungi TribunKsn, Kamis (19/3/2020).
DV mengaku bosan karena harus terus berada di dalam rumah. Namun, ia tidak punya pilihan selain tetap berdiam diri. Keluarganya yang berada di Kabupaten Cirebon sering menanyakan kondisinya saat ini. Mereka khawatir dengan keadaan negara Malaysia. Sebab, banyak ditemukan kasus positif corona di Malaysia. Salah satu yang terbanyak berada di Provinsi Selangor.
Menurutnya, setelah kebijakan Lockdown diterapkan, kondisi Provinsi Selangor yang mulanya selalu ramai, kini nampak sepi. Masyarakat di sana, lebih memilih bertahan dan beraktifitas di dalam rumah, agar tidak tertular virus corona.
"Kalo sebelum ada virus corona kan aku bebas kemana aja ya, ngelakuin apa aja juga ngga takut, kaya olah raga, berangkat kerja ya biasa. Aku agak was was sih soalnya kan paling banyak (kasus positif virus corona) ada di Selangor," ujarnya.
DV sendiri sebenarnya ingin pulang ke Kabupaten Cirebon. Akan tetapi, niatnya itu kemudian ia urungkan. Karena, jika dia pulang Ke Kabupaten Cirebon, maka ia akan menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait virus corona, serta harus mengkarantina diri sendiri sampai 14 hari. DV akhirnya lebih memilih tetap bertahan di Malaysia hingga isu virus corona ini mereda.
Sebelum kebijakan lockdown diberlakukan, DV sudah mempersiapkan bahan makanan untuk dirinya dan teman-temannya. Diungkapkannya, kondisi di Malaysia dengan di Indonesia sangat jauh berbeda. Misalnya, di Indonesia stok masker dan hand sanitizer sudah mengalami kelangkaan. Namun, di Malaysia untuk stok masker serta hand sanitizer justru sangat aman.
"Sehari sebelum lockdown aku nyetok. Telur, mie, sayur, tempe, tahu, sama cemilan. Hand sanitizer banyak. Sebelum lockdown aku ke gurdian banyak stok malah . Masker juga masih ada. Ada (niatan pulang) tapi kan kalo balik, harus dikarantina dulu 14 hari ya sama aja bohong," tuturnya.
Sejak virus corona menyebar di Malaysia, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) sudah memberikan imbauan kepada para PMI. Salah satunya adalah DV. Ia mengatakan, jika pihak KBRI meminta supaya para PMI mematuhi kebijakan lockdown yang dikeluarkan Pemerintah Malaysia.
DV berharap supaya lockdown cepat berlalu dan pandemi virus corona segera selesai. Sehingga dirinya bisa lagi melakukan aktifitasnya dan kembali bekerja.
"Imbauannya jangan keluar rumah selama lockdown kalo ngga perlu perlu banget. Sering cuci tangan. Jangan makan makanan yang belum matang. Jaga jarak sama orang yang batuk atau salesma. Harapannya semoga cepet berakhir, orang orang yang ke infeksi juga cepet pada sembuh," imbuhnya.
Paspor Milik Anggota PMI Ditahan Sementara
Selain DV, salah satu PMI asal Kabupaten Cirebon yang terganggu aktifitasnya akibat adanya kebijakan lockdown ini adalah DP. DP khawatir jika waktu lockdown tersebut akan diperpanjang. Sehingga menutup kesempatan untuk dirinya pulang.
DP mengaku, selama kebijakan lockdown diberlakukan paspor miliknya ditahan sementara waktu. Bahkan ia tidak diperbolehkan pulang ke Indonesia sebelum masa lockdown serta pamdemi Covid-19 di Malaysia berakhir.
"Kondisi kesehatan sih pada baik baik. Paspor ditahan gak boleh pulang sampai wabah (virus corona) selesai," ungkap DP.
Disampaikannya, beberapa tempat umum di Malaysia ditutup sementara. Apabila ada orang yang nekat ke luar rumah, maka orang tersebut akan berurusan dengan polisi setempat. Para polisi ini selalu melakukan patroli selama kebijakan lockdown diberlakukan.
Sama seperti DV, DP berharap agar kebijakan lockdown ini segera selesai dan pandemi virus corona secepatnya bisa teratasi. Ia ingin kembali beraktifitas seperti biasanya dan bekerja.
"Tempat umum ditutup. Gak ada yang berani keluar. Kalau keluar ada polisi yang ngintai (berjaga). Harapannya yah cepet berlalu virus corona ini," pungkasnya.


0 Comments