TribunKSN - Jumlah kasus infeksi
virus corona di Spanyol hingga hari ini, Sabtu (18/4) terus meningkat. Kementerian kesehatan
Spanyol melaporkan laporan terkini jumlah kasus kematian akibat infeksi
covid-
19 telah mencapai
20.043 orang.
Dikutip dari
AFP,
Sabtu (18/4), jumlah korban jiwa dari
virus corona ini menjadikan Spanyol sebagai negara yang paling parah setelah
Amerika Serikat dan
Italia.
Setidaknya jumlah kematian di
Spanyol bertambah
565 orang dalam
24 jam terakhir. Atau sedikit turun dari
585 orang yang dilaporkan pada Jumat.
Sementara total kasus yang dinyatakan positif
virus corona meningkat menjadi
191.726 orang. Namun, peningkatan infeksi telah melambat dalam beberapa hari terakhir.
Sementara jumlah yang telah dinyatakan sembuh telah meningkat menjadi hampir
75.000.
Pejabat kementerian kesehatan mengatakan
Spanyol telah melewati masa puncak wabah
Covid-19, meski jumlah korban yang dites positif terinfeksi
virus corona masih terus bertambah di beberapa daerah.
Pejabat di sana mengatakan ribuan orang meninggal setelah menunjukkan gejala penyakit tanpa dites. Hal itu lantaran pemerintah kekurangan alat tes. Sebagai contoh,
Catalonia telah melaporkan lebih dari
7.800 orang meninggal.
Sejak
14 Maret,
Spanyol diketahui telah melakukan
lockdown dan menjadi yang terketat di
Eropa.
Lockdown di negara tersebut kini telah diperpanjang hingga
25 April dengan opsi perpanjangan lagi..
15.464 Tewas di Inggris
Sementara itu, jumlah kematian akibat
virus corona di Inggris meningkat menjadi
15.464 orang. Sebelumnya
Kementerian kesehatan Inggris mencatat pada Jumat (
17/4), 14.576 orang meninggal.
Kementerian kesehatan menyebut ada lonjakan kematian
888 kasus dalam kurun
24 jam terakhir di
Inggris.
"Dari mereka yang dirawat di rumah sakit di Inggris yang dites positif
virus corona,
15,464 telah meninggal dengan sedih," kata
kementerian itu di situsnya.
0 Comments