TribunKsn - Ratusan perantau berunjuk rasa di
Stasiun Kereta Api Bandra,
Mumbai,
India, memprotes keputusan
Perdana Menteri Narendra Modi yang memperpanjang masa penguncian wilayah (
lockdown) hingga
3 Mei mendatang untuk menekan penyebaran
virus corona.
Para pendatang itu mendesak
polisi mengizinkan mereka pulang ke kampung halaman, karena tidak mempunyai cukup uang untuk tetap tinggal di
Mumbai.
Menurut pejabat Kepolisian
Mumbai,
Vijaylakshmi Hiremath, demonstrasi itu terjadi beberapa jam setelah
Modi mengumumkan perpanjangan
lockdown.
"Kami terpaksa menggunakan tongkat untuk menertibkan massa. Tidak ada yang terluka," kata seorang anggota
Kepolisian Mumbai,
Dattaray Bhargude, seperti dilansir
TribunKsn.com, Kamis
(16/4).
Menteri Besar Negara Bagian
Maharashtra,
Uddhav Thackeray, sempat menyatakan akan membantu para perantau tersebut selama perpanjangan
lockdown.
"Kalian datang dari negara bagian lain dan tinggal di sini bersama kami. Memang ada masalah tetapi saya dan kalian akan menghadapinya bersama-sama. Kalian tinggal dan hidup di sini dan kami akan membantu kalian. Kalian tidak perlu khawatir," ujar
Thackeray.
Menurut
Thackeray, para perantau itu berharap bisa mudik dari
Mumbai setelah
lockdown selama
21 hari sudah berakhir.
Juru Bicara perusahaan kereta api
Western Indian Railways,
Ravindra Bhakar, mengatakan mulanya mereka memang akan membuka pemesanan tiket secara daring selepas
lockdown. Namun, pemerintah memutuskan memperpanjang
lockdown sehingga membuat mereka membatalkan seluruh penjualan tiket.
Demonstrasi juga terjadi di
Gujarat. Para perantau bahkan melempari polisi dengan batu karena tidak diizinkan pulang ke kampung halaman mereka akibat perpanjangan masa
lockdown.
India menetapkan lockdown sejak
25 Maret selama tiga pekan. Sejak itu banyak perantau yang berada di kota-kota besar memilih pulang kampung karena tempat mereka mencari nafkah terpaksa tutup sementara. Hal itu membuat mereka tidak mendapatkan penghasilan.
Pemerintah
India menyediakan lokasi penampungan sementara bagi para perantau yang tidak mampu membayar sewa tempat tinggal. Mereka juga mendirikan dapur umum bersama lembaga swadaya masyarakat untuk memberi makan para perantau.
Hingga saat ini tercatat ada
11.439 kasus virus corona di
India. Sebanyak
377 orang di antaranya meninggal.
0 Comments