TribunKsn -
Komisi Kesehatan Nasional China (
NHC) menyatakan sampai saat ini menemukan ada
penduduk yang
positif virus corona tetapi sama sekali tidak memperlihatkan gejala sakit.
Seperti dilansir
TribunKsn,
Rabu (
1/4), orang-orang yang tidak menunjukkan gejala penyakit
Covid-
19 akibat
virus corona sebelumnya tidak dimasukkan ke dalam jumlah pengidap secara
keseluruhan.
China mengkategorikan mereka yang
positif tetapi tidak menunjukkan gejala sebagai orang dalam
pengawasan medis. Jumlah tersebut termasuk
205 kasus yang berasal dari pendatang atau penduduk
China yang tiba dari luar negeri.
Kasus terbaru yang melibatkan orang tanpa gejala terjadi di
Provinsi Henan. Seorang perempuan di wilayah tersebut pekan lalu dinyatakan
positif virus corona setelah bertemu seorang teman yang merupakan
dokter, yang ternyata
positif corona dan tidak memperlihatkan gejala apapun.
Menurut
pejabat senior NHC,
Chang Jile, petugas kesehatan di
China menyatakan akan lebih memperketat pemeriksaan dan
aturan karantina terhadap mereka yang tidak menunjukkan
gejala corona. Mereka yang dinyatakan
positif dan
tidak menunjukkan gejala wajib menjalani
karantina selama
14 hari.
Mereka baru dibolehkan pulang jika hasil pemeriksaan kedua dengan jangka waktu masing-masing
24 jam menyatakan negatif. Namun, jika ternyata dalam karantina mereka menampakkan gejala penyakit, maka harus langsung dirawat hingga dinyatakan sembuh di rumah sakit yang dirujuk
pemerintah.
Perdana Menteri China,
Li Keqiang, pada
Senin (
30/
3) yang membawahi satuan tugas penanganan
virus corona menyatakan saat ini mulai mengutamakan menangani orang yang positif
virus corona tanpa gejala. Yaitu mulai dari
deteksi,
penelusuran kontak, hingga
isolasi dan
pengobatan untuk menghindari celah dalam menahan laju penyebaran
virus corona.
Padahal, dalam beberapa hari pemerintah
China bersiap mencabut kebijakan penguncian wilayah di
Provinsi Hubei yang menjadi pusat penyebaran wabah dan beberapa lokasi lain.
Kasus di
Henan membuat orang
positif corona tanpa
gejala menjadi
sorotan, sekaligus mempertanyakan keterbukaan pemerintah dalam melaporkan kasus
infeksi corona. (
ayp/
ayp)
0 Comments