TribunKSN -
Amerika Serikat mencatatkan angka kematian harian
virus corona tertinggi yakni
4.491 pada
Kamis (16/4).
Dikutip dari
AFP, angka tersebut merupakan jumlah korban meninggal tertinggi dalam
24 jam di dunia selama pandemi
Covid-19.
Namun, angka tersebut bisa melonjak kemungkinan karena termasuk dengan laporan korban meninggal diduga
Covid-19, yang sebelumnya tidak dimasukkan.
Dengan penambahan itu maka kematian akibat virus corona di
AS menjadi lebih dari
32 ribu orang per
Kamis malam berdasarkan penghitungan
Johns Hopkins University.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis
Worldometer, hingga
Jumat (17/4) siang korban meninggal akibat
Covid-19 di
AS mencapai
34.641 jiwa dengan
678.144 kasus. Sementara pasien sembuh sebanyak
57.844.
New York menjadi negara bagian paling terpapar parah
corona dengan
226.198 kasus dan
16.106 kematian. Bahkan jumlah
kasus corona di
New York lebih tinggi dari
Spanyol dan
Italia.
Spanyol mencatat
184.948 kasus dan
Italia memiliki
168.941 pasien positif corona.
Sementara itu, pada
Kamis malam
Presiden Donald Trump telah mengumumkan pedoman baru bagi negara-negara bagian untuk membuka kembali perekonomian secara bertahap.
Dalam konferensi pers yang juga dihadiri ahli medis itu,
Trump mengizinkan para
gubernur negara bagian untuk melonggarkan kewajiban pembatasan jarak dan kegiatan untuk menekan penularan
virus corona dengan persyaratan tertentu.
Hal itu direkomendasikan setelah
Trump menganggap bahwa
AS telah melewati puncak wabah
virus corona.
0 Comments