TribunKSN -
Perdana Menteri Jepang,
Shinzo Abe, menyatakan pemerintahannya akan mengevaluasi bantuan anggaran kepada
Organisasi Kesehatan Dunia (
WHO) usai pandemi
virus corona, dan menyatakan ada sejumlah permasalahan di dalam lembaga tersebut.
"Kita harus mendukung
WHO saat ini. Bagaimanapun, memang benar ada sejumlah permasalahan. Saya pikir hal itu perlu ditelaah kembali setelah pandemi
virus corona dinyatakan berakhir," kata
Abe di
Tokyo, seperti dilansir
TribunKSN,
Sabtu (18/4).
Abe mengatakan
WHO memiliki sikap politik tersendiri. Dia mengatakan selama beberapa tahun ini Jepang terus mendorong
WHO supaya memasukkan Taiwan menjadi negara anggota.
Permintaan tersebut tidak bisa dikabulkan karena dianggap akan membawa dampak politik. Sebab,
China yang merupakan anggota
WHO, yang merupakan organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, tidak mengakui
Taiwan sebagai negara dan menyatakan sebagai salah satu provinsi.
Pemerintah
Taiwan juga berselisih dengan
WHO karena laporan mereka soal virus corona yang bisa menular antarmanusia diabaikan. Mereka juga kecewa karena
WHO tidak menyertakan laporan kasus
virus corona di
Taiwan sebagai bagian dari
China
Sikap Jepang yang menyatakan akan mengevaluasi bantuan bagi
WHO sama dengan sekutunya, Amerika Serikat. Malah
Presiden AS,
Donald Trump, memutuskan menghentikan sementara bantuan anggaran untuk
WHO.
Trump menuduh
WHO tidak terbuka terkait data
virus corona dan berpihak kepada
China.
0 Comments